Bayu antarkan rinai hujan menyapa dedaunan
Aku kirakan sang ratu malam masih genit main mata dengan bintang-bintang di balik awan
Jasad terpekur ditepian jarum yang menyengat
Sunyiku meniti waktu yang tak jemu
Wahai...................
Wajah itu menjelma titik-titik embun yang melunasi hati
Sesyukur aku ranting kering yang menanti keikhlasan penghujan...//
Kendal 21 Feb 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan, mari kita berbagi